Reportase Expose.com, Sendawar (MELAK) – Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin secara resmi menutup rangkaian kegiatan Festival Ramadan 1447 Hijriah/2026 yang berlangsung di Kecamatan Melak, Kamis (5/3/2026) petang. Penutupan festival tersebut menjadi puncak dari berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang telah digelar sejak 26 Februari 2026.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai, Kapolres Kutai Barat, Dandim 0912 Kutai Barat, Kadis Pariwisata, Fx Sumardi, Tokoh masyarakat dan pemuka-pemuka agama.
Dalam sambutannya, Frederick Edwin mengawali dengan mengajak seluruh masyarakat untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa serta berkumpul dalam acara penutupan Festival Ramadan 1447 H di Kecamatan Melak dalam keadaan sehat dan penuh keberkahan.
Ia berharap kesuksesan penyelenggaraan festival ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas iman serta mempererat tali silaturahmi antarwarga. Selain itu, festival tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial dan menumbuhkan semangat toleransi, baik di antara sesama umat Muslim maupun dalam kehidupan masyarakat yang majemuk di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan festival ini dengan berbagai rangkaian kegiatan,” ujar Frederick Edwin dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten I Setkab Kutai Barat, Novandel.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat. Pertama, kepada para peserta lomba dalam Festival Ramadan, ia mengucapkan selamat kepada para pemenang yang telah meraih prestasi. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, ia berpesan agar tetap semangat dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus berlatih dan meraih prestasi pada kesempatan berikutnya.
Kedua, ia menekankan bahwa festival ini hendaknya tidak berlalu begitu saja, melainkan dapat dimaknai sebagai media dakwah dan sarana menanamkan nilai-nilai luhur keislaman, terutama bagi generasi muda sebagai generasi penerus.
Ketiga, selama bulan Ramadan berlangsung, festival ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan para pelaku UMKM yang berjualan di area kegiatan. Hal tersebut dinilai turut membantu menggerakkan perekonomian lokal serta memberikan peluang usaha bagi masyarakat.
Selain itu, Bupati juga meminta kepada Dinas Pariwisata, Kecamatan Melak, serta panitia penyelenggara untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Ia berharap festival ini dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang dengan konsep yang lebih inovatif, meriah, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selama beberapa hari pelaksanaannya, Festival Ramadan di Kecamatan Melak menjadi wadah yang sarat makna dalam menumbuhkan semangat keagamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menggali potensi generasi muda dalam bidang keislaman.
Berbagai perlombaan dan kegiatan religius yang digelar tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran serta pembentukan karakter. Anak-anak dan remaja yang berpartisipasi menunjukkan semangat, keberanian, serta dedikasi dalam menampilkan kemampuan terbaik mereka, baik dalam tilawah Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, adzan, maupun cabang lomba lainnya.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, dewan juri, peserta, sponsor, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Kerja keras, kebersamaan, dan dukungan yang diberikan menjadi kunci terselenggaranya Festival Ramadan tahun ini dengan lancar, tertib, dan penuh keberkahan,” ungkapnya.
Ia berharap nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan melalui Festival Ramadan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas serta memberi manfaat yang lebih luas.
Di akhir sambutannya, Frederick Edwin kembali menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pariwisata, Kecamatan Melak, panitia penyelenggara, para sponsor, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Festival Ramadan 2026.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan rahmat, pertolongan, perlindungan, dan penyertaan-Nya kepada kita semua. Mari kita terus mendukung terwujudnya Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” tuturnya.
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Festival Ramadan 1447 Hijriah/2026 di Kecamatan Melak secara resmi dinyatakan ditutup.
Penulis: Johansyah






