Reportase Expose.com, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat resmi membuka kegiatan Festival Ramadhan 1447 Hijriah/2026 di Kecamatan Melak. Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan mental dan spiritual generasi muda, sekaligus ajang syiar Islam yang melibatkan sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam suasana sehat dan penuh keberkahan. Festival Ramadhan dinilai sebagai wadah strategis untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang Al-Qur’an serta menumbuhkan motivasi keagamaan demi meraih prestasi.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat mencetak generasi Qur’ani yang membanggakan orang tua, sekolah, masyarakat, dan daerah,” ujar Edwin saat membuka acara. Kamis (26/2/2026).
Bulan suci Ramadhan disebut sebagai momentum tepat untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta memperkuat karakter generasi muda. Karena itu, penyelenggaraan festival ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama pihak sekolah dan masyarakat dalam membina mental spiritual anak-anak sejak dini.
Mengusung tema “Ramadhan Bergema Mengukir Prestasi, Mencetak Generasi Qur’ani”, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peningkatan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Berbagai perlombaan digelar dalam festival tersebut, di antaranya Tahfidz, Ceramah, Adzan, serta Cerdas Cermat atau Fahmil Qur’an. Selain mengasah kemampuan dan pengetahuan keagamaan, lomba-lomba ini juga menjadi sarana menumbuhkan sportivitas, melatih kegigihan, serta membangun rasa percaya diri peserta, khususnya anak-anak di Kecamatan Melak.
Dalam arahannya, pemerintah daerah menyampaikan beberapa pesan penting. Pertama, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembinaan karakter dan bukan sekadar ajang mengejar kemenangan. Kedua, seluruh sekolah, orang tua, dan masyarakat diajak untuk terus bersinergi membimbing anak-anak agar memiliki motivasi keagamaan yang kuat dan mampu meraih prestasi membanggakan. Ketiga, para peserta lomba diminta menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, serta menampilkan kemampuan terbaik dengan penuh semangat.
Selain aspek keagamaan, festival ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah mengapresiasi dukungan anggaran dari Dinas Pariwisata yang turut memfasilitasi kegiatan, termasuk penyelenggaraan Kuliner Ramadhan atau Pasar Ramadhan di sekitar lokasi acara.
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang dalam membentuk generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, toleran, dan siap menjadi penerus pembangunan di Kutai Barat,” tegas Edwin.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, disampaikan pula apresiasi kepada Dinas Pariwisata, Kecamatan Melak, panitia penyelenggara, para sponsor, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif demi suksesnya Festival Ramadhan 1447 H.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni “Kutai Barat yang Semakin Sejahtera, Aman, Adil, Merata dan Beradat.”
Dengan memohon berkat dan penyertaan Tuhan Yang Maha Esa, Festival Ramadhan 1447 H Kecamatan Melak secara resmi dinyatakan dibuka.
Usai membuka kegiatan secara resmi, Bupati bersama rombongan meninjau satu per satu stan UMKM yang meramaikan Pasar Ramadhan. Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Bupati tidak hanya melihat-lihat produk yang dipamerkan, tetapi juga berdialog langsung dengan para pelaku usaha untuk mendengarkan cerita, harapan, serta tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usahanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut membeli berbagai jajanan dan produk lokal yang dijajakan. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata dan apresiasi terhadap kreativitas serta kerja keras para pelaku UMKM. Kehadiran dan perhatian langsung dari pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan semangat tambahan bagi para pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat selama bulan Ramadhan dan seterusnya.
Penulis: Johansyah






