HP Kepala Polhut Kaltim Diretas, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan Mengatasnamakan Pejabat

Reportase Expose.com, Sendawar – Handphone milik Ketua Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI) Provinsi Kalimantan Timur, Jumain, diduga diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Peretasan tersebut dimanfaatkan pelaku untuk melakukan penipuan dengan mengirim pesan dan melakukan panggilan telepon kepada sejumlah kontak, mengatasnamakan Jumain dan meminta sejumlah uang.

Anggota Polhut Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, Rahim, mengungkapkan peristiwa itu diketahui sejak Minggu pagi (1/2/2026), setelah banyak pihak menghubunginya untuk memastikan kebenaran pesan dan panggilan mencurigakan tersebut.

“Sejak pagi banyak yang menghubungi kami lewat SMS dan telepon. Mereka mengaku baru bangun tidur lalu ditelepon seseorang yang mengatasnamakan Pak Jumain dan meminta sesuatu. Dari situ kami menduga kuat nomor beliau sedang diretas,” ujar Rahim.

Ia menjelaskan, sejumlah rekan secara langsung menelepon untuk menanyakan kebenaran permintaan transfer uang yang dikirimkan pelaku. Modus yang digunakan yakni meminta dana dengan nominal bervariasi kepada kontak-kontak yang tersimpan di handphone Jumain.

“Ada yang diminta Rp1,8 juta, ada juga Rp2 juta. Bahkan ada rekan sendiri yang sudah terlanjur transfer karena mengira pesan itu benar dari Pak Jumain,” ungkapnya.

Rahim menegaskan, seluruh pesan dan panggilan tersebut bukan berasal dari Jumain. Berdasarkan bukti percakapan yang diterima, pelaku mencantumkan nomor rekening atas nama orang lain, bukan atas nama Kepala Polhut Kaltim.

“Nomor rekeningnya bukan atas nama Pak Jumain. Itu jelas atas nama orang lain. Pak Jumain tidak pernah meminta uang dalam bentuk apa pun,” tegas Rahim.

Saat peristiwa peretasan terjadi, Jumain diketahui masih berada di Kabupaten Kutai Barat bersama tim Polhut dalam rangka penanganan kasus pembalakan liar. Namun, pesan dan panggilan mencurigakan justru diterima oleh kontak-kontaknya di berbagai daerah, mulai dari Samarinda hingga luar Kalimantan Timur.

“Beliau masih di Kutai Barat. Yang menelepon justru teman-teman dari berbagai daerah, menanyakan apakah benar ada permintaan uang,” jelasnya.

Rahim menambahkan, kejadian tersebut berada di luar kendali Jumain dan telah menimbulkan kesalahpahaman di kalangan rekan maupun masyarakat. Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pesan atau panggilan yang mengatasnamakan pejabat atau aparat penegak hukum.

“Kalau ada permintaan uang yang mengatasnamakan pejabat atau aparat, apalagi sifatnya mendesak, pastikan terlebih dahulu kebenarannya. Jangan langsung melakukan transfer tanpa konfirmasi langsung,” imbaunya.

Kasus dugaan peretasan ini dinilai serius dan akan ditelusuri lebih lanjut, mengingat peristiwa tersebut terjadi setelah Polhut Kaltim mengungkap praktik ilegal logging di Kutai Barat yang saat ini tengah menjadi perhatian publik.

Penulis: Johansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *