Reportase Expose.com, Sendawar β Tim penjajakan operasi pasar menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 M mulai bergerak di wilayah Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok (sembako) di pasaran menjelang bulan suci Ramadan.
Tim penjajakan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kutai Barat, AKP Khairul Umam, S.Tr.K., S.I.K., M.H. , didampingi Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Kubar, IPTU H. Agus, serta melibatkan personel Polres Kubar.
Turut bergabung dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kubar, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop) Kubar, serta Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Kutai Barat.
Penjajakan dilakukan dengan menyasar sejumlah toko sembako dan pasar tradisional di wilayah Barong Tongkok. Fokus utama pemantauan adalah harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging, serta komoditas penting lainnya yang biasanya mengalami fluktuasi menjelang Ramadan.
Berdasarkan hasil sementara di lapangan, tim belum menemukan adanya lonjakan harga yang signifikan. Harga sembako masih terpantau dalam batas wajar dan relatif stabil, meskipun permintaan diperkirakan akan meningkat seiring mendekatnya Ramadan 1447 Hijriah yang diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026.
Kasat Reskrim Polres Kubar, AKP Khairul Umam, menjelaskan bahwa kegiatan ini masih bersifat awal sebagai bahan pemetaan kondisi pasar.
βIni masih penjajakan awal. Setelah ini, hasil pemantauan akan kami laporkan kepada pemerintah daerah sebagai dasar untuk membentuk tim terpadu operasi pasar,β ujar Umam kepada Reportaseexpose.com usai kegiatan.
Ia menegaskan, pembentukan tim terpadu nantinya bertujuan untuk mengantisipasi potensi penimbunan barang, praktik permainan harga, serta memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Melalui langkah preventif ini, aparat penegak hukum bersama instansi terkait berharap stabilitas harga dan ketersediaan sembako di Kutai Barat tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa dibebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
Penulis: Johansyah






