Reportaseexpose.com, Sendawar – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Petrus, menegaskan bahwa tidak ada dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mengendap sebesar Rp3,2 triliun, sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya.
Menurut Petrus, dana tersebut bukan mengendap, melainkan belum terealisasi hingga Oktober 2025. Rinciannya, Rp1 triliun tersimpan di Bank Indonesia (BI) dan Rp2,2 triliun di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Bank Kaltimtara.
“Tidak ada dana APBD yang mengendap. Kalau mengendap berarti kita sengaja tidak merealisasikannya. Tapi uang itu hanya menunggu diserap oleh OPD,” ujar Petrus kepada wartawan, Rabu (22/10/2025).
Petrus juga membantah pernyataan Menteri Keuangan Purbaya yang menyebut sejumlah pemerintah daerah menumpuk dana besar di perbankan, termasuk Pemkab Kubar yang disebut berada di posisi ketujuh tertinggi.
“Uang yang di Bank Kaltimtara itu adalah dana yang sudah diadministrasikan dalam APBD. Nanti dipakai kalau ada tagihan kegiatan, jadi semua sudah ada peruntukannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Petrus menerangkan bahwa dana Rp1 triliun yang ditempatkan di BI merupakan Treasury Deposit Facility (TDF). Dana ini dapat ditarik ketika kondisi kas daerah mengalami defisit.
“Dana TDF bisa diusulkan untuk belanja prioritas, tapi harus mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan,” tambahnya.
Meski demikian, Petrus mengakui bahwa serapan anggaran Pemkab Kutai Barat tahun 2025 masih tergolong rendah, yakni baru mencapai 46,69 persen hingga awal Oktober 2025, setelah pengesahan APBD Perubahan.
Ia menjelaskan, rendahnya serapan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keterlambatan proses pengadaan barang dan jasa, penyesuaian program dengan visi-misi pemerintahan baru, pergeseran waktu penetapan APBD, serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kesalahan teknis dan non-teknis pasti ada. Jadi banyak faktor penyebabnya, dan masing-masing OPD punya kendala berbeda-beda,” ujarnya.
Petrus memastikan, pihaknya akan memaksimalkan realisasi anggaran hingga akhir tahun untuk mendukung percepatan pembangunan di Kutai Barat.
Penulis: Johansyah






