Reportase Expose.com, Sendawar – AKP Deky Jonathan Sasiang dikenal sebagai salah satu perwira Polri yang menunjukkan loyalitas tinggi serta ketegasan yang konsisten dalam menjalankan tugas pemberantasan narkotika di wilayah Kutai Barat. Sosoknya tampil sebagai pemimpin lapangan yang tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis saat berinteraksi dengan masyarakat.
Sebagai Kasat Narkoba Polres Kutai Barat yang baru menggantikan, AKP Muhammad Ridwan, ia memegang peran strategis dalam mengoordinasikan upaya pencegahan, pengungkapan, hingga penindakan jaringan narkotika. Tanggung jawab tersebut ia jalankan dengan disiplin tinggi, memastikan setiap anggota memahami bahwa perang terhadap narkoba adalah komitmen jangka panjang, bukan sekadar rutinitas operasional.
Di balik ketegasannya, AKP Deky menanamkan nilai kolaborasi kepada tim maupun masyarakat. Ia percaya bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, ia aktif membangun hubungan dengan aparat kampung, tokoh adat, lembaga pendidikan, hingga komunitas pemuda. Baginya, kesadaran kolektif adalah benteng utama untuk menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.
Sosok AKP Deky sebagai Kasat Narkoba yang baru, disambut baik Ketua Dewan Pimpinan Pusat LSM-RADAR, Hertin Armansyah, ia menyebut, dengan bergantinya pengendali penegakan hukum di bidang Narkotika di Polres Kubar, ia sangat berharap ke depannya agar lebih tegas dalam penindakan.
“Saya mengenal lebih dekat sosok AKP Deky, LSM RADAR meyakini dengan kepemimpinan Kasat Narkoba yang baru, Deky bisa mengembalikan citra Polri dalam penegakan hukum khususnya di bidang Narkotika di Kutai Barat, “ ujar Hertin Jumat (12/12/2025).
Rekan-rekan kerjanya menggambarkan AKP Deky sebagai pemimpin yang loyal terhadap institusi dan tugasnya. Ia terbuka terhadap masukan, namun tetap tegas saat mengambil keputusan. Dalam berbagai kesempatan ia menegaskan bahwa keberhasilan satuan bukan hanya soal penangkapan, tetapi juga upaya mencegah masyarakat terjerumus dalam lingkaran narkotika.
Di luar tugas formal, AKP Deky juga dikenal dekat dengan masyarakat. Ia kerap hadir di kegiatan kampung, melakukan penyuluhan ringan, atau berdialog langsung dengan warga untuk mendengar persoalan yang mereka hadapi. Pendekatan ini membuatnya tidak hanya dihormati sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian yang peduli terhadap kehidupan sosial di Kubar.
Peredaran narkotika di Kubar terus berkembang seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Pola peredaran semakin kompleks dan jaringan pelaku semakin beragam. Di tengah tantangan tersebut, kepemimpinan AKP Deky menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Dengan pendekatan kerja yang tegas dan terukur, ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman nyata terhadap ketahanan keluarga, moral generasi muda, dan keamanan sosial masyarakat. Ia memandang kasus narkoba sebagai fenomena yang harus ditangani dengan strategi yang adaptif dan berkelanjutan.
AKP Deky juga memberikan perhatian khusus pada maraknya pemanfaatan teknologi komunikasi oleh para pelaku untuk mengatur transaksi gelap. Kondisi ini menuntut jajarannya untuk terus memperbarui pola operasi. Loyalitasnya pada tugas tercermin dari komitmen untuk mengajak anggota bersikap responsif dan tidak terpaku pada pola lama.
Ketegasan AKP Deky terhadap pelaku narkoba tidak pernah diragukan. Siapa pun yang terbukti terlibat dalam jaringan peredaran yang merusak masa depan daerah, menurutnya, harus diproses sesuai hukum. Namun demikian, ia tetap memandang bahwa sebagian pelaku terutama pengguna merupakan korban tekanan sosial dan ekonomi. Pada titik inilah pendekatan humanisnya muncul, melalui dorongan terhadap rehabilitasi dan pendampingan bagi mereka yang masih dapat diselamatkan.
Ia juga berkomitmen kuat pada edukasi, terutama di sekolah, kelompok pemuda, dan komunitas adat. Menurutnya, mencegah lebih penting daripada menindak. Generasi muda harus dibekali pemahaman kuat mengenai bahaya narkoba dan diarahkan pada kegiatan positif yang membangun karakter.
Bagi AKP Deky Jonathan Sasiang, perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada Polri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor: pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dunia pendidikan, komunitas pemuda, hingga dunia usaha. Tanpa sinergi tersebut, jaringan narkoba akan terus mencari celah.
Dengan loyalitas tinggi terhadap tugas, ketegasan dalam penegakan hukum, serta integritas yang ia jaga, AKP Deky berharap Kutai Barat dapat menjadi wilayah yang aman dan terlindungi dari ancaman narkotika. Dedikasinya menjadi salah satu warna positif dalam upaya menjaga Bumi Tanaa Purai Ngeriman dari bahaya narkoba yang terus berkembang.
Penulis: Johansyah.






