KUTAI BARAT REPORTASE EXPOSE.COM – Satu abad karya misi Missionarii Sacrae Familiae (MSF) di Kalimantan dan Indonesia tidak hanya menjadi catatan panjang perjalanan pelayanan dan pewartaan iman. Momentum 100 tahun tersebut juga dimaknai dengan menghadirkan pelayanan sosial yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Semangat berbagi dan kepedulian itu diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial yang digelar di Paroki Kristus Raja Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Minggu (20/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan sejumlah layanan sosial, di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian 100 paket sembako, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
Bakti sosial ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun karya misi MSF yang telah berlangsung sejak awal 2026. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan selama rangkaian tersebut, mulai dari napak tilas perjalanan misi, temu orang muda, seminar, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Pastor Paroki Kristus Raja Barong Tongkok sekaligus Ketua Umum Rangkaian Perayaan 100 Tahun Karya Misi MSF, Pastor Petrus Prillion, MSF, mengatakan peringatan satu abad tersebut bukan semata-mata untuk mengenang perjalanan sejarah.
Menurutnya, momentum 100 tahun menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan karya misi sekaligus menggali dan menghidupkan kembali semangat pelayanan yang telah diwariskan selama satu abad.
“Perayaan 100 tahun ini bukan hanya tentang mengenang apa yang sudah terjadi selama perjalanan karya MSF, tetapi juga bagaimana kita menggali kembali semangat misi yang telah diwariskan dan meneruskannya dalam konteks kehidupan masyarakat saat ini,” kata Pastor Petrus.
Ia menjelaskan, rangkaian perayaan 100 tahun karya misi MSF disusun selama kurang lebih 10 bulan, mulai Januari hingga Oktober 2026. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian tersebut, antara lain napak tilas perjalanan misi, temu orang muda, seminar, kegiatan sosial, serta berbagai agenda lainnya yang melibatkan umat dan masyarakat.
“Seluruh rangkaian ini kita harapkan menjadi momentum untuk bersyukur atas perjalanan 100 tahun karya misi MSF sekaligus memperkuat komitmen untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pastor Paroki Santo Paulus Lambing sekaligus Unio MSF Sendawar, Pastor Vinsensius Dus, MSF, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu bentuk konkret untuk menerjemahkan semangat perjalanan misi MSF ke dalam tindakan nyata.
Menurutnya, peringatan satu abad tidak cukup hanya dikenang melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan melalui kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.
“Berjalan bersama ini salah satu aksi nyatanya adalah kita berbagi berkat. Berbagi berkat ini menjadi bentuk solidaritas, terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia, mereka yang kekurangan, dan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Pastor Vinsensius.
Ia menambahkan, semangat berbagi merupakan bagian dari perjalanan pelayanan yang selama ini dikembangkan MSF di tengah masyarakat. Kehadiran kegiatan sosial diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan antara karya misi dan masyarakat.
Puncak perayaan 100 tahun karya misi MSF dijadwalkan berlangsung pada 15-18 Oktober 2026 di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kutai Barat.
Karya misi MSF di Kalimantan sendiri bermula di Laham pada 1926. Selama perjalanan satu abad, karya tersebut tidak hanya berkaitan dengan pewartaan iman, tetapi juga berkembang menyentuh berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui momentum satu abad tersebut, karya misi MSF diharapkan tidak berhenti pada refleksi perjalanan masa lalu, tetapi terus menghadirkan pelayanan yang relevan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Kalimantan dan Indonesia.
Penulis: Johansyah.






