5.743 Warga Terdampak Banjir di Tering, Pemkab Kutai Barat Siagakan Evakuasi dan Bantuan

Reportase Expose.com – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Tering mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bergerak cepat melakukan penanganan terpadu guna memastikan keselamatan warga dan menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Di tengah meningkatnya debit air yang menggenangi permukiman, pemerintah daerah menegaskan kehadirannya bukan hanya dalam bentuk respons darurat, tetapi juga melalui langkah nyata mulai dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga kesiapan layanan kesehatan dan logistik bagi warga terdampak.

Bacaan Lainnya

Asisten Ekonomi, Pembangunan dan SDA Kutai Barat, Ali Sadikin, menegaskan sejak awal kejadian pemerintah daerah langsung melakukan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan dan meminimalisir dampak bencana terhadap masyarakat.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Kesehatan.

“Pemerintah daerah telah melakukan langkah penanganan cepat melalui sinergi sejumlah perangkat daerah sejak pagi hari. Semua lini bergerak bersama demi keselamatan warga,” ujar Ali Sadikin, Kamis (21/5/2026).

Berdasarkan data pemerintah daerah, banjir saat ini menggenangi sembilan kampung di Kecamatan Tering, yakni Kampung Muyub Ulu, Kampung Tukul, Kampung Gabung Baru, Kampung Tering Baru, Kampung Linggang Jelemuq, Kampung Tering Lama, Kampung Linggang Muyub Ilir, Kampung Linggang Tering Seberang, dan Kampung Tering Lama Ulu.

Akibat bencana tersebut, tercatat sebanyak 1.513 kepala keluarga atau sekitar 5.743 jiwa terdampak, dengan 1.340 unit rumah ikut terendam.

Ali Sadikin menjelaskan, pemerintah tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga terus memetakan kondisi di lapangan untuk menentukan langkah lanjutan agar penanganan berjalan tepat sasaran. Pemerintah juga telah menyiapkan skenario darurat apabila debit air terus meningkat dan memaksa warga untuk mengungsi.

“Berdasarkan pemetaan, pendataan dan pemantauan di lapangan, nantinya akan diambil langkah penanganan selanjutnya, di antaranya penyaluran bantuan logistik, pembangunan tenda pengungsian hingga pendirian dapur umum apabila ada warga terdampak yang mengungsi,” katanya.

Sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, BPBD Kutai Barat saat ini fokus melakukan evakuasi di titik rawan menggunakan perahu karet untuk membantu mobilitas warga dan proses penyelamatan. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat, terutama kelompok rentan, tetap mendapatkan perlindungan dan akses menuju lokasi aman.

Sementara itu, Dinas Sosial disiagakan untuk menyiapkan bantuan logistik darurat berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan dasar bagi keluarga terdampak. Distribusi bantuan dilakukan berdasarkan hasil pendataan agar seluruh warga memperoleh pelayanan yang merata.

Di sektor ketahanan pangan, pemerintah memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia. Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan cadangan pangan, termasuk beras siap edar, guna menjaga kebutuhan konsumsi warga selama masa tanggap darurat berlangsung.
Tidak hanya itu, Dinas Kesehatan juga mengerahkan armada ambulans dan tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan cepat, sekaligus mengantisipasi risiko penyakit yang berpotensi muncul akibat genangan banjir.

Ali Sadikin menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah bencana bukan sekadar respons sesaat, tetapi bagian dari tanggung jawab untuk melindungi dan memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan, bantuan, serta rasa aman hingga kondisi kembali normal.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan debit air serta lebih memperhatikan keselamatan anggota keluarga, khususnya anak-anak dan lansia.

“Seluruh warga, terutama orang tua, diminta berhati-hati mengawasi anak-anak dan lansia yang rentan dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memastikan seluruh perangkat daerah terkait tetap bersiaga penuh dan akan terus melakukan evaluasi serta penanganan berkelanjutan hingga kondisi banjir benar-benar aman dan terkendali.

Penulis: Johansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *