Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat, Kapolres Kubar Gelar Safari Minggu Kasih di Gereja GKKA-I Melak

KUTAI BARAT REPORTASE EXPOSE.COM – Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan komunikasi, kepedulian, dan keterlibatan aktif masyarakat. Hal inilah yang dilakukan Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., melalui kegiatan Safari Keliling Minggu Kasih di Gereja GKKA-I Sendawar Cabang Melak, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Minggu (25/10/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.55 WITA tersebut menjadi wadah bagi Polri untuk mempererat silaturahmi dengan jemaat gereja, mendengarkan aspirasi masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas demi mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kutai Barat menyosialisasikan program Polisi Bersama Masyarakat sebagai bentuk komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, memberikan pelayanan, serta merespons berbagai persoalan keamanan yang terjadi di lingkungan warga.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat Kepolisian 110 apabila membutuhkan bantuan atau mengetahui adanya gangguan keamanan dan ketertiban.

AKBP Haris Kurniawan menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga.

“Polri hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat. Kami berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan aspirasi, memberikan informasi, maupun melaporkan apabila menemukan gangguan kamtibmas. Melalui komunikasi dan kerja sama yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga situasi Kutai Barat agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Selain persoalan keamanan, Kapolres turut mengajak jemaat untuk berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Masyarakat diharapkan tidak menutup mata apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan narkotika, tetapi segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya ketika menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun ikut menyebarkan berita yang belum terverifikasi. Setiap informasi perlu diperiksa kebenaran dan sumbernya terlebih dahulu guna mencegah penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolres menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima pada Minggu pagi tersebut, tidak ditemukan titik api atau hotspot di wilayah Kutai Barat.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap yang dapat berasal dari wilayah lain. Warga juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara terdampak asap.

Kapolres menegaskan pentingnya mencegah kebakaran sejak dini dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara membakar, karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran yang meluas serta berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Dalam sesi dialog, salah seorang jemaat bernama Rayo Rampan menyampaikan aspirasi terkait ladangnya yang pernah terdampak pembakaran lahan yang dilakukan oleh masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk mencegah praktik pembakaran lahan yang dapat merugikan warga lainnya.

Pembakaran lahan bukan hanya berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu mata pencaharian masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Karena itu, masyarakat diharapkan saling mengingatkan dan mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Apabila ditemukan indikasi pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.

Selain menjadi ruang dialog dan penyampaian pesan kamtibmas, kegiatan Safari Minggu Kasih juga diisi dengan penyerahan mimbar oleh Kapolres Kutai Barat melalui kerja sama dengan Pokdar Kamtibmas kepada pengurus Gereja GKKA-I Sendawar Cabang Melak.

Penyerahan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap sarana peribadatan sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian, organisasi masyarakat, dan jemaat gereja.

Kegiatan ini turut dihadiri Kasat Intelkam Polres Kutai Barat AKP Andi Ahmad S., S.H., Kasat Binmas IPTU Samsul Hadi, Kapolsek Melak IPTU Rinto C. Simanjuntak, S.H., perwakilan Pokdar Kamtibmas, tokoh masyarakat, pendeta, serta sekitar 25 jemaat gereja.

Melalui kegiatan Safari Keliling Minggu Kasih, Polres Kutai Barat berharap hubungan antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat semakin erat. Dialog langsung seperti ini diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas sehingga berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat diketahui dan ditangani secara bersama-sama.

Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga toleransi antarumat beragama, mencegah penyalahgunaan narkoba, menangkal penyebaran hoaks, serta meningkatkan kepedulian terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Kutai Barat.

Penulis: Johansyah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *