Reportase Expose.com Sendawar – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bersiap menyambut kedatangan dua tokoh nasional, yakni Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar dan Ustadz Abdul Somad (UAS). Keduanya dijadwalkan hadir pada puncak acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Arya Kemuning di Kecamatan Barong Tongkok pada 4 Juli 2026 mendatang.
Guna memastikan kelancaran dan keamanan acara berskala besar ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama panitia, TNI/Polri, serta sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menggelar rapat koordinasi di Masjid Islamic Center Kutai Barat, Kecamatan Melak, Selasa (16/06/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh lebih dari 40 perwakilan lintas sektor.
Wakil Pimpinan Ponpes Assalam Arya Kemuning, KH. Anas Yudiarso, menjelaskan bahwa kehadiran Menag dan UAS merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyasar ribuan warga Kubar.
- Khitanan Massal: Menargetkan 1.000 peserta yang dibuka secara umum dan gratis, baik untuk warga muslim maupun non-muslim. Hingga saat ini, sekitar 800 peserta telah terverifikasi, termasuk mualaf dewasa berusia hingga 50 tahun. Proses khitanan akan berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.
- Nikah Massal & Isbat Nikah: Ditargetkan diikuti oleh 300 pasang suami istri yang didominasi oleh pasangan mualaf dan pasangan nikah siri demi pemenuhan legalitas administrasi negara. Saat ini, puluhan pasangan telah lolos verifikasi Pengadilan Agama Kutai Barat, dan pelaksanaan ijab kabul dijadwalkan pada 2 Juli 2026.
“Awalnya agenda tasyakuran terjadwal terpisah. Namun berdasarkan komunikasi terakhir, jadwal Bapak Menteri Agama bergeser ke tanggal 4 Juli 2026, sehingga kedatangan beliau akan berbarengan dengan Ustadz Abdul Somad untuk memeriahkan tasyakuran khitanan dan nikah massal ini,” ujar KH. Anas Yudiarso.
Selain di Ponpes Assalam, UAS juga dijadwalkan mengisi ceramah di Masjid Islamic Center Kutai Barat pada dini hari sebelum acara puncak di Ponpes Assalam dimulai pada pukul 09.00 WITA.
Menyikapi Dinamika, Ormas dan Dewan Adat Serukan Saling Memaafkan
Menanggapi adanya riak-riak penolakan dari segelintir pihak di media sosial terkait kedatangan UAS, sejumlah tokoh berpengaruh di Kutai Barat angkat bicara dan menyerukan perdamaian.
Ketua Ormas TGM (Taruna Gharda Mandiri) Kabupaten Kutai Barat, Alsiyus, menegaskan bahwa ormasnya yang beranggotakan sekitar 37.000 orang sepenuhnya mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Ia meminta masyarakat luas untuk melihat masa depan dan mengedepankan ajaran kasih.
“Mari kita saling memberi maaf dan mengampuni jika ada kekhilafan di masa lalu. Kita umat Kristen diajarkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan atau membenci seseorang. Kalau kita terus menerapkan aksi tolak-menolak, nanti saat kita mendatangkan pendeta lalu ditolak juga, sampai kapan daerah kita bisa maju? Mari kita semua cooling down,” tegas Alsiyus.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Kutai Barat, Yurang, mengapresiasi langkah panitia yang mendatangkan tokoh kaliber nasional ke Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Terkait kekhawatiran sebagian masyarakat, Yurang memastikan bahwa panitia telah berkoordinasi agar isi ceramah tetap menyejukkan.
“Masyarakat mungkin belum memahami utuh latar belakang kunjungan ini. Panitia sudah memastikan dalam protokol bahwa UAS tidak akan menyampaikan dakwah yang menyinggung agama lain. Kita di Kubar hidup berdampingan dengan 6 suku etnis besar dan 14 sub-suku yang berbeda agama. Mari bersama-sama menghargai perbedaan demi toleransi yang lebih baik,” pesan Yurang.
Imbauan Pemerintah: Jaga Kamtibmas dan Jangan Terpancing Hoaks
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kubar, Suwito, menyatakan pihak pemerintah bersama Sat Intelkam Polres Kubar terus mematangkan skema pengamanan, terlebih agenda ini turut dihadiri pejabat setingkat menteri dan direncanakan didampingi oleh Gubernur Kalimantan Timur.
Suwito memberikan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat Kutai Barat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang di dunia maya.
Poin Imbauan Pemkab Kutai Barat:
- Pelihara Kerukunan: Masyarakat diminta menjaga situasi kondusif dan merawat kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjalin erat di Kutai Barat.
- Saring Sebelum Sharing: Jangan mudah terpicu oleh berita-berita hoaks atau narasi provokatif yang sengaja digulirkan oleh oknum tidak bertanggung jawab di media sosial.
- Lapor Pihak Berwajib: Jika menemukan hal-hal atau tindakan yang berpotensi mengganggu Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti secara hukum.
Pihak panitia bersama aparat kepolisian juga terus melakukan pendekatan personal secara informal dari hati ke hati kepada tokoh-tokoh masyarakat guna menyamakan persepsi bahwa agenda ini murni demi kemaslahatan dan pelayanan sosial bagi warga Kutai Barat.
Penulis: Johansyah.






