Sendawar Reportase Expose.com – Di bawah naungan langit Sendawar pada Rabu (5/8/2026), Mako Polres Kutai Barat mengukir jejak sejarah yang tak mudah terhapus oleh waktu. Hari itu, sudut-sudut markas memancarkan kehangatan berbalut haru, saat tradisi purnabakti digelar untuk mengantar langkah para penjaga ketertiban menuju babak pengabdian masyarakat yang baru.
Di antara barisan kenangan, sosok Kompol (Purn) E. Teguh Budi S, S.Th berdiri anggun. Bagi insan pers di Bumi Tana Purai Ngeriman, beliau bukan sekadar mantan Kabag Ops yang identik dengan ketegasan seragam.
Beliau adalah jembatan informasi yang hangat, sahabat diskusi yang selalu menerima kehadiran jurnalis dengan pintu terbuka, serta pilar keterbukaan yang merajut kemitraan tanpa sekat.
Pena para wartawan kerap merekam jejak kesederhanaannya, sebuah bukti nyata bagaimana persahabatan dan profesionalisme dapat bertaut manis dalam jalinan rasa saling menghargai.
Prosesi berawal dari penyerahan jabatan hingga syukuran yang penuh rasa syukur di Aula Catur Prasetya. Suasana kian membekas ketika Kapolres Kutai Barat, AKBP Haris Kurniawan, merangkai apresiasi mendalam.
Satu kalimat tajam ditinggalkan Kompol Teguh sebagai warisan moral bagi seluruh personel, “Jangan membenarkan kebiasaan, tetapi kita harus membiasakan yang benar.” Sebuah kompas kehidupan yang akan terus berdegup di dada para penerus Bhayangkara.
Saat siang merekah, pengalungan Selendang Ulap Doyo dan medali kelulusan mengukuhkan penghormatan adat dan dinas bagi Kompol Teguh beserta dua rekan seperjuangan, Aiptu M. Supandi dan Aiptu Puryani.
Kilauan pedang terhunus dalam tradisi Pedang Pora membentuk gerbang pelepasan yang megah sekaligus syahdu. Didampingi sang istri dan jajaran Bhayangkari, langkah-langkah purna tersebut diantar dengan iringan doa hingga ke pintu gerbang markas.
Tugas di kepolisian boleh usai, namun kehangatan budi dan semangat kebenaran yang ditinggalkan Kompol Teguh akan tetap menetap di hati insan pers dan jajaran Polres Kutai Barat.
Selamat memasuki masa purnabakti, Sang Pamong, dedikasimu telah terpatri abadi di tanah Kutai Barat.
Penulis: Johansyah.






