Reportase Expose.com Sendawar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Kutai Barat resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Ke-VI yang berlangsung pada 23-24 Agustus 2026 di 147 Cafe & Resto, Jalan Awang Long Senopati, Barong Tongkok. Forum tertinggi tingkat kabupaten ini menjadi panggung strategis pemantapan konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah kepemimpinan partai ke depan.
Pelaksanaan Musda VI berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Golkar Solid untuk Kutai Barat, Maju, Berakar di Rakyat dan Berkarya untuk Masyarakat.” Agenda lima tahunan ini dihadiri jajaran pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur, tokoh pendiri partai, serta sejumlah tokoh masyarakat Kutai Barat.
Ketua Panitia Pelaksana Musda VI yang juga Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dari Fraksi Golkar, Rosalien, menyampaikan bahwa Musda ini merupakan puncak dari rangkaian konsolidasi internal yang telah disiapkan secara matang.
“Hari ini merupakan puncak dari pelaksanaan Musda VI Partai Golkar Kutai Barat. Kegiatan ini tidak sekadar agenda rutin internal, melainkan forum kebersamaan yang melibatkan para tokoh masyarakat dan jajaran pengurus provinsi untuk memperkuat arah perjuangan partai,” ujar Rosalien.
Terkait arah kepemimpinan DPD Partai Golkar Kutai Barat, Rosalien secara tegas menyuarakan aspirasi dan dukungan bulat dari seluruh pengurus dan kader kepada ketua saat ini, H. Akhmad Saipul yang akrab disapa Haji Acong.
Ia menegaskan, seluruh jajaran pengurus menaruh kepercayaan penuh kepada Haji Acong untuk melanjutkan kepemimpinannya karena dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan yang teruji dan berhasil membesarkan partai.
“Kami seluruh pengurus dan kader tetap solid mempertahankan serta memberikan kepercayaan penuh kepada Bapak Haji Ahmad Saipul (Haji Acong) untuk kembali memimpin Partai Golkar di Kabupaten Kutai Barat. Kepemimpinan beliau telah terbukti membawa dampak positif yang sangat nyata bagi perkembangan partai,” tegas Rosalien.
Rosalien mengungkapkan, indikator keberhasilan kepemimpinan Haji Acong terlihat dari lonjakan capaian kursi Golkar di DPRD Kutai Barat yang terus meningkat secara konsisten.
“Dari awal yang hanya memperoleh satu kursi, kemudian naik menjadi tiga kursi pada Pemilu 2019, dan melonjak tajam menjadi lima kursi pada pemilu terakhir. Lonjakan hingga lima kursi ini adalah bukti konkret bahwa konsolidasi organisasi di bawah nakhoda Pak Haji Acong berjalan sangat efektif dan berhasil meraih simpati masyarakat,” jelasnya.
Dua pencapaian lima kursi legislatif tersebut menjadi modal vital bagi Golkar Kutai Barat untuk terus memperkuat peran dalam pembangunan daerah maupun kontestasi politik mendatang.
“Ke depan, dengan modal lima kursi dan struktur partai yang solid, kami optimistis dapat meraih perolehan kursi yang lebih signifikan lagi. Kami akan terus melakukan konsolidasi hingga ke tingkat bawah, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta hadir menjawab kebutuhan masyarakat Kutai Barat,” tutup Rosalien.
Penulis: Johansyah






