Reportase Expose.com Sendawar – Aksi damai yang digelar ratusan massa dari organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) di kawasan operasional PT Trubaindo Coal Mining (TCM), Site Bunyut, Kecamatan Melak, berlanjut hingga larut malam, Jumat (19/6/2026).
Kekecewaan massa memuncak setelah pihak manajemen perusahaan tidak kunjung menemui peserta aksi sejak pagi hingga menjelang tengah malam. Akibatnya, ratusan peserta memilih bertahan di lokasi dengan mendirikan tenda darurat menggunakan terpal di depan gerbang perusahaan dan bermalam di area tersebut.
Mengenakan seragam merah khas TBBR serta atribut adat Dayak, massa tetap bertahan sambil menunggu kepastian dan tanggapan resmi dari pihak perusahaan terhadap tuntutan yang mereka sampaikan.
Mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Kepolisian Resor Kutai Barat menerjunkan puluhan personel untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik strategis di kawasan Site Bunyut. Aparat juga terus melakukan pendekatan persuasif kepada peserta aksi guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Kapolres Kutai Barat melalui Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kutai Barat, KOMPOL Emanuel Teguh Budi Santoso, S.T., mengatakan pihaknya menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum, namun seluruh kegiatan harus tetap berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Sejak pagi hari kami telah menyiagakan personel di sejumlah titik krusial di Site Bunyut. Fokus kami adalah memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan terhadap keamanan maupun ketertiban umum,” ujar Teguh kepada awak media di lokasi.
Menurutnya, komunikasi intensif terus dilakukan antara kepolisian, koordinator lapangan, dan pengurus TBBR agar seluruh peserta aksi tetap menjaga ketenangan serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik.
“Kami terus membangun komunikasi dengan Ketua DPD TBBR Kutai Barat beserta para koordinator lapangan. Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap tenang, menghormati proses yang sedang berlangsung, serta tidak terpancing melakukan tindakan yang melanggar hukum,” tegasnya.
Hingga pukul 23.30 WITA, perwakilan manajemen PT Trubaindo Coal Mining belum terlihat menemui massa aksi. Kondisi tersebut membuat peserta aksi memutuskan bertahan dan mendirikan tenda di depan gerbang perusahaan.
Menyikapi situasi tersebut, pihak kepolisian mengaku telah berupaya memfasilitasi komunikasi antara massa dan perusahaan guna mendorong terciptanya dialog yang konstruktif.
“Kami sudah berupaya memfasilitasi proses komunikasi dan meminta pihak perusahaan segera memberikan kejelasan kepada peserta aksi. Kami juga mengingatkan massa yang memilih menginap agar menjaga keselamatan diri dan tetap mematuhi aturan yang berlaku. Personel kami akan tetap bersiaga selama 24 jam untuk memantau perkembangan situasi,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa dikabarkan berencana melakukan penutupan jalan hauling batu bara di sekitar jembatan Site Bunyut apabila belum ada respons dari pihak perusahaan. Mereka menyatakan tidak akan meninggalkan lokasi sebelum memperoleh kepastian terkait tuntutan yang diajukan.
Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari proses mediasi yang sebelumnya difasilitasi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Namun hingga kini, perundingan yang dilakukan belum menghasilkan kesepakatan karena masing-masing pihak masih mempertahankan posisi dan pandangannya.
Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang disampaikan kepada Kapolres Kutai Barat, kegiatan tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum sekaligus upaya memperjuangkan penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan hak-hak masyarakat adat yang selama ini menjadi perhatian TBBR.
Dalam surat yang ditandatangani Ketua DPD TBBR Kutai Barat, Darpon, disebutkan bahwa aksi damai dilaksanakan sebagai langkah lanjutan setelah berbagai upaya dialog dan mediasi belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Massa yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Kutai Barat, tetapi juga datang dari sejumlah daerah lain di Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah dan Kabupaten Paser. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut membuat jumlah massa yang berkumpul diperkirakan mencapai ratusan orang.
Sejak pagi, massa memadati pintu masuk perusahaan dan bertahan di lokasi sambil menunggu kehadiran manajemen PT TCM. Di tengah kegiatan, para tokoh adat serta koordinator lapangan terus mengingatkan peserta agar menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya aksi damai.
TBBR menegaskan bahwa aksi yang dilakukan mengedepankan pendekatan damai, menghormati ketentuan hukum, serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum. Organisasi tersebut juga meminta dukungan pengamanan dari aparat kepolisian agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Trubaindo Coal Mining belum memberikan tanggapan resmi maupun menemui peserta aksi. Sementara itu, ratusan massa TBBR masih bertahan di kawasan Site Bunyut dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, dan situasi di lapangan terpantau tetap kondusif.
Penulis: Johansyah






