Ratusan Massa TBBR Kepung Gerbang PT TCM, Tuntut Penyelesaian Hak Masyarakat Adat

BreakingNews – Reportase Expose.com | Sendawar – Gelombang tuntutan penyelesaian hak-hak masyarakat adat kembali mengemuka di Kabupaten Kutai Barat. Ratusan massa yang tergabung dalam organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) menggelar aksi damai di kawasan operasional PT Trubaindo Coal Mining (TCM), di Site Bunyut kecamatan Melak. Jumat (19/6/2026).

Sejak pagi hari, massa yang didominasi mengenakan atribut adat Dayak serta seragam merah memadati pintu masuk perusahaan tambang batu bara tersebut. Kehadiran mereka menjadi bentuk penegasan sikap terhadap persoalan yang hingga kini dinilai belum menemukan titik penyelesaian.

Bacaan Lainnya

Aksi berlangsung dalam pengamanan ketat aparat Kepolisian Resor Kutai Barat. Puluhan personel tampak disiagakan di sekitar lokasi guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang disampaikan kepada Kapolres Kutai Barat, kegiatan tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum sekaligus upaya menuntut penyelesaian hak masyarakat adat yang selama ini menjadi perhatian TBBR.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua DPD TBBR Kutai Barat, Darpon, disebutkan bahwa aksi damai ini merupakan tindak lanjut dari proses mediasi yang sebelumnya telah difasilitasi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Namun, forum tersebut belum menghasilkan kesepakatan karena masing-masing pihak tetap bertahan pada posisi dan pandangannya.

Massa yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Kutai Barat. Sejumlah peserta aksi diketahui datang dari berbagai daerah lain, termasuk Kalimantan Tengah dan Kabupaten Paser. Kehadiran peserta dari lintas wilayah tersebut membuat jumlah massa yang berkumpul diperkirakan mencapai ratusan orang.

Setibanya di lokasi, massa langsung berkumpul di depan gerbang utama perusahaan. Mereka memilih bertahan sambil menunggu kehadiran perwakilan manajemen PT TCM untuk memberikan tanggapan terhadap tuntutan yang disampaikan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Trubaindo Coal Mining belum terlihat menemui peserta aksi. Kondisi tersebut membuat massa tetap bertahan di area pintu masuk perusahaan sembari menunggu perkembangan lebih lanjut.

Di tengah kegiatan, sejumlah tokoh adat dan koordinator lapangan terus memberikan arahan kepada peserta agar menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya aksi damai.

TBBR juga menegaskan bahwa kegiatan yang mereka lakukan mengedepankan pendekatan damai, menghormati ketentuan hukum, serta menjaga ketertiban umum. Karena itu, organisasi tersebut turut meminta dukungan pengamanan dari aparat kepolisian guna memastikan aksi
berlangsung aman.

Sementara itu, aparat kepolisian terus melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi. Aktivitas keluar-masuk kendaraan menuju area perusahaan juga berada dalam pengawasan petugas untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Hingga siang hari, ratusan massa masih bertahan di depan gerbang PT TCM sambil menunggu respons resmi dari pihak perusahaan terkait tuntutan yang mereka sampaikan. Situasi di lapangan terpantau tetap kondusif dengan pengawalan aparat keamanan.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kutai Barat, KOMPOL Emanuel Teguh Budi Santoso, S.T terus melakukan komunikasi dengan para peserta aksi damai agar tetap menjaga kondusifitas.

Penulis.: Johansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *