Rotasi Kapolres Kutai Barat, PWRI dan LSM RADAR Harap AKBP Haris Kurniawan Perbaiki Komunikasi dengan Media

Ketua Umum DPP LSM Gerakan Pandawa Bertuah (Radar) Kutai Barat, Hertin Armansyah, memberikan tanggapan terkait mutasi jabatan Kapolres Kutai Barat.
Ketua Umum DPP LSM Gerakan Pandawa Bertuah (Radar) Kutai Barat, Hertin Armansyah, memberikan tanggapan terkait mutasi jabatan Kapolres Kutai Barat.

Reportase Expose.com Sendawar – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi dan mutasi jabatan perwira menengah di lingkungan Polda Kalimantan Timur. Salah satu jabatan yang mengalami pergantian adalah kursi Kapolres Kutai Barat (Kubar).

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri tertanggal 25 Juni 2026, AKBP Haris Kurniawan resmi ditunjuk sebagai Kapolres Kutai Barat yang baru. Sebelumnya, AKBP Haris menjabat sebagai Kasubdit Ditreskrimsus Polda Kaltim. Ia menggantikan AKBP Boney Wahyu Wicaksono yang dipindahtugaskan ke Polda Banten untuk menduduki jabatan baru sebagai Wadirlantas.

Bacaan Lainnya

Mutasi ini menjadi momentum yang dinanti oleh berbagai pihak di Kutai Barat untuk peningkatan kinerja institusi Polri di wilayah tersebut.

Ketua Umum DPP LSM Gerakan Pandawa Bertuah (Radar) Kutai Barat, Hertin Armansyah, menyambut baik pergantian ini. Ia menilai rotasi jabatan merupakan hal lumrah untuk penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja.

“Pergantian pimpinan ini diharapkan menjadi sinyal kuat agar penegakan hukum di Kutai Barat berjalan lebih transparan dan akuntabel ke depannya,” ujar Hertin, Senin (29/6/2026).

Harapan Sinergitas dengan Insan Pers

Ketua DPC PWRI Kutai Barat, Johansyah, saat memberikan keterangan terkait harapan sinergitas antara Polres dan insan pers.
Ketua DPC PWRI Kutai Barat, Johansyah, saat memberikan keterangan terkait harapan sinergitas antara Polres dan insan pers.

Pergantian pucuk pimpinan di Polres Kutai Barat juga mendapat sorotan tajam dari organisasi pers. Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kutai Barat, Johansyah, berharap Kapolres yang baru dapat membawa perubahan positif, khususnya dalam membangun kemitraan dengan awak media.

Johansyah secara blak-blakan menyoroti pola komunikasi kepemimpinan sebelumnya. Ia menyebut selama era AKBP Boney Wahyu Wicaksono, hubungan antara Polres Kubar dan wartawan dinilai berjarak dan minim sinergi.

“Selama kepemimpinan AKBP Boney Wahyu, terasa sekali kesenjangan antara Polres dan rekan-rekan wartawan. Ada kesan tebang pilih dalam penyampaian press release terkait pengungkapan kasus. Banyak keluhan dari teman-teman media yang sampai kepada kami mengenai sulitnya mengakses informasi,” ungkap Johansyah.

Lebih lanjut, Johansyah menegaskan bahwa Kapolres Kutai Barat yang baru, AKBP Haris Kurniawan, seharusnya lebih intens berkomunikasi dengan awak media. Ia menekankan bahwa jurnalis adalah mitra strategis kepolisian dalam menciptakan keterbukaan informasi publik, bukan pihak yang harus dihindari.

“Seharusnya tidak boleh ada sekat antara Polres dan wartawan. Kemitraan ini harus dijaga dan dirawat, bukan malah menjauhkan diri atau bahkan menghindari wartawan. Kami berharap Kapolres yang baru dapat lebih terbuka, kooperatif, dan intens berkomunikasi agar sinergitas tercipta dengan baik,” tutupnya.

Redaksi : reportaseexpose.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *