Reportaseexpose.com | Sendawar – Menanggapi berbagai sorotan terkait kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan di sejumlah sekolah di Kabupaten Kutai Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Kamius Junaidi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap dan berkelanjutan.
Menurut Kamius, perhatian masyarakat dan media terhadap dunia pendidikan merupakan bentuk kepedulian yang sangat dibutuhkan untuk mendorong perbaikan layanan pendidikan di daerah.
“Kami mengapresiasi perhatian masyarakat, orang tua siswa, serta rekan-rekan media terhadap kondisi dunia pendidikan di Kutai Barat. Informasi dan masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam upaya bersama meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak kita,” ujar Kamius Junaidi kepada reportaseexpose Minggu (14/6/2026).
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan tidak menutup mata terhadap masih adanya sekolah yang membutuhkan rehabilitasi maupun peningkatan fasilitas pendukung pembelajaran.
“Kami memahami masih terdapat sejumlahsatuan pendidikan yang kondisi sarana danprasarananya belum ideal. Hal tersebut merupakan akumulasi dari berbagai faktor, mulai dari usia bangunan yang sudah cukup tua, kondisi geografis yang menantang, hingga meningkatnya kebutuhan ruang belajar seiring pertumbuhan jumlah peserta didik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kamius mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan pemetaan serta verifikasi kondisi seluruh satuan pendidikan, baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai dasar penyusunan skala prioritas pembangunan.
“Beberapa minggu lalu kami bersama Bappeda Litbang Kutai Barat telah melaksanakan zoom meeting dan pendataan menyeluruh terhadap seluruh satuan pendidikan. Data yang kami peroleh saat ini menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan dan peningkatan sarana prasarana pendidikan ke depan agar lebih tepat sasaran,” katanya.
Terkait pembangunan fisik sekolah, Kamius menjelaskan bahwa proses perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan mekanisme perencanaan yang berlaku.
“Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan tidak dapat dilakukan sekaligus. Oleh karena itu, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan APBD serta skala prioritas yang telah ditetapkan. Di sisi lain, kami juga terus berupaya mengakses dukungan pendanaan dari pemerintah pusat guna mempercepat pemerataan pembangunan pendidikan di Kutai Barat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan masukan yang objektif dan konstruktif demi kemajuan dunia pendidikan.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal pembangunan pendidikan. Kritik dan saran yang disampaikan secara objektif dan konstruktif akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Kamius menegaskan komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan secara merata dan berkelanjutan.
“Pada prinsipnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap, merata, dan berkelanjutan. Tujuannya agar seluruh peserta didik, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat memperoleh layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas sesuai standar pendidikan yang berlaku,” pungkasnya.
Penulis: Johansyah





