BNN Libatkan Ratusan Pelajar dalam Kongres BP2M, Perkuat Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045

Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Aldrin Hutabarat, berfoto bersama peserta Kongres ke-IV Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M) di PPSDM BNN, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan Program Ananda Bersinar dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Aldrin Hutabarat, berfoto bersama peserta Kongres ke-IV Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M) di PPSDM BNN, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan Program Ananda Bersinar dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Reportase Expose.com Bogor – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda melalui Program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika). Program ini menjadi salah satu strategi utama BNN dalam membangun generasi yang sehat, berintegritas, dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan BNN dalam Kongres ke-IV Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M) yang diikuti 585 pelajar SMA/SMK sederajat dari wilayah Jabodetabek dan Banten. BP2M merupakan aliansi gerakan pelajar yang berfokus pada penguatan demokrasi, kepemimpinan, serta penyampaian aspirasi politik generasi muda secara damai dan santun.

Pada pembukaan kongres bertema “Mewujudkan Generasi BP2M yang Berintegritas, Inovatif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas 2045” yang berlangsung di PPSDM BNN, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/5), Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Aldrin Hutabarat, memaparkan perkembangan situasi narkotika di Indonesia sekaligus mengajak para pelajar untuk mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Menurut Aldrin, generasi muda merupakan kelompok yang memiliki posisi strategis dalam perang melawan narkotika. Selain menjadi kelompok yang rentan terhadap pengaruh penyalahgunaan narkotika, pelajar juga memiliki kemampuan besar untuk menjadi agen perubahan melalui pengaruh positif di lingkungan pergaulan mereka.

“Pendekatan antarteman sebaya atau peer-to-peer influence menjadi salah satu strategi yang efektif dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika. Karena itu, kami mengajak para pelajar untuk menjadi bagian dari gerakan Ananda Bersinar dan turut menyebarkan semangat hidup sehat serta bebas narkoba di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aldrin mendorong para peserta kongres untuk menjadi Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di sekolah maupun komunitasnya.

“Kami membutuhkan energi, inovasi, dan idealisme generasi muda untuk menjadi bagian dari gerakan besar mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkotika. Perjuangan melawan narkotika adalah perjuangan menyelamatkan masa depan bangsa,” tegasnya.

BNN menilai pembangunan generasi yang bebas dari narkotika merupakan langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu menghadapi tantangan global. Selain memiliki ketahanan terhadap berbagai pengaruh negatif, generasi muda juga perlu dibekali karakter kepemimpinan, wawasan internasional, serta kepedulian terhadap persoalan bangsa.

Pesan tersebut sejalan dengan pandangan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang membuka Kongres ke-IV BP2M. Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan generasi kosmopolitan yang memiliki mental aktivis, kompetensi global, dan jiwa nasionalisme yang kuat untuk menjawab tantangan pembangunan di masa depan.

Melalui Program Ananda Bersinar, BNN berharap lahir semakin banyak pelajar yang mampu menjadi pelopor perubahan, menggerakkan lingkungan yang sehat, serta berperan aktif dalam menciptakan Indonesia yang bebas dari narkotika. Upaya tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam mewujudkan generasi emas yang berkualitas, berintegritas, dan siap membawa Indonesia menuju kemajuan pada tahun 2045.

Penulis: Johansyah (Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN RI).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *