Pesona Budaya Tanjung Isuy Mendunia, Destinasi Wisata Unggulan Kutai Barat yang Wajib Dikunjungi

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat, FX Sumardi, optimistis Desa Tanjung Isuy mampu menjadi ikon wisata budaya yang menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat, FX Sumardi, optimistis Desa Tanjung Isuy mampu menjadi ikon wisata budaya yang menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Reportase Expose.com Sendawar – Di tepian indah kawasan Danau Jempang, Desa Tanjung Isuy menawarkan pesona yang sulit ditemukan di tempat lain. Perpaduan kekayaan budaya masyarakat Dayak Benuaq, tradisi yang masih terjaga, serta keindahan alam khas Kutai Barat menjadikan desa ini sebagai destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Tak hanya menyuguhkan panorama memikat, Tanjung Isuy menghadirkan pengalaman autentik untuk mengenal kehidupan adat, seni, dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Potensi besar tersebut kini semakin mendapat pengakuan luas. Desa Tanjung Isuy di Kecamatan Jempang dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Kutai Barat. Keberhasilan wilayah tersebut meraih pengakuan nasional menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi bagi wisatawan.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, mengatakan capaian yang diraih Tanjung Isuy menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan pembangunan sektor pariwisata. Menurutnya, keberadaan desa budaya mampu menjadi representasi kekayaan adat dan kearifan lokal yang selama ini hidup di tengah masyarakat.

“Tidak banyak daerah yang mampu menawarkan pengalaman budaya yang masih hidup dan autentik seperti Tanjung Isuy. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam Danau Jempang, tetapi juga merasakan langsung tradisi, seni, dan kehidupan masyarakat adat yang tetap terjaga hingga kini. Ini menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Sumardi. Selasa (2/6/2026) malam.

Ia menjelaskan, pengakuan tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan peluang untuk memperluas promosi daerah ke tingkat yang lebih luas. Dengan status yang telah diraih, Tanjung Isuy dinilai memiliki kemampuan untuk menarik minat wisatawan yang ingin mengenal kehidupan budaya masyarakat setempat secara lebih dekat.

Menurut Sumardi, sektor budaya memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan daerah karena mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Selain menikmati panorama alam, wisatawan juga dapat menyaksikan berbagai bentuk ekspresi budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Kutai Barat.

“Kutai Barat tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga kekayaan budaya yang autentik dan masih terjaga hingga saat ini. Perpaduan keduanya menjadi daya tarik istimewa yang mampu memberikan pengalaman berwisata yang berkesan dan berbeda bagi setiap pengunjung,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan desa budaya perlu didukung keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama. Pelestarian adat, kesenian, bahasa daerah, hingga tradisi turun-temurun harus terus dijaga agar tidak tergerus perubahan zaman.

“Kutai Barat selama ini dikenal sebagai daerah yang kaya akan pesona alam, mulai dari danau, sungai hingga hutan tropis yang memikat. Namun, di balik keindahan tersebut tersimpan kekayaan budaya yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. Keberagaman tradisi, seni, dan kearifan lokal yang masih terjaga menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menghadirkan pengalaman wisata lebih autentik dan berkesan bagi setiap pengunjung,” ujarnya.

Sumardi menilai keberhasilan Tanjung Isuy seharusnya menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain yang memiliki kekayaan budaya serupa. Setiap wilayah memiliki karakter berbeda yang dapat dikembangkan sesuai potensi masing-masing sehingga memperkaya pilihan destinasi di Kutai Barat.

Ia berharap muncul lebih banyak kawasan yang mampu mengangkat identitas lokal sebagai kekuatan pembangunan. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh satu wilayah, tetapi dapat menyebar ke berbagai daerah lainnya.

“Keberhasilan Tanjung Isuy membuktikan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah. Kami berharap pencapaian ini menginspirasi kampung-kampung lain untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang dimiliki sehingga mampu menjadi daya tarik wisata yang bernilai dan berkelanjutan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sumardi menegaskan bahwa pengembangan wisata budaya merupakan salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kehadiran wisatawan akan membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi kreatif, perajin, seniman, serta masyarakat yang terlibat dalam pelayanan sektor pariwisata.

“Harapan kami, Tanjung Isuy dapat menjadi ikon wisata budaya Kutai Barat yang dikenal luas hingga tingkat nasional maupun internasional. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, manfaatnya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal,” pungkasnya.

Penulis: Johansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *