Status Banjir Turun, Wapres Batal Kunjungi Muara Beloan, Warga Tak Bisa Sambut Gibran

Rangkaian kegiatan penanganan banjir di Kabupaten Kutai Barat. Unsur Forkopimda bersama tim BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah melakukan koordinasi di lokasi terdampak.
Rangkaian kegiatan penanganan banjir di Kabupaten Kutai Barat. Unsur Forkopimda bersama tim BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah melakukan koordinasi di lokasi terdampak.

Reportase Expose.com, Sendawar – Rencana kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, pada Senin, 1 Juni 2026, akhirnya ditunda setelah hasil peninjauan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Staf Khusus Wapres menunjukkan kondisi banjir di wilayah tersebut telah berangsur surut.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Bertha Purwanicayanti, mengatakan pembatalan kunjungan tersebut dilakukan setelah BNPB Pusat bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melakukan pengecekan langsung ke lokasi terdampak banjir.

Bacaan Lainnya

“Pak Wapres tidak jadi ke Muara Beloan. Karena awalnya diperkirakan banjir sampai merendam plafon atau atap rumah warga. Namun setelah ditinjau langsung oleh tim BNPB bersama Pak Bupati, ternyata kondisi banjir di Muara Beloan sudah surut,” ujar Bertha kepada wartawan di sela-sela penyerahan bantuan banjir di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kantor Bupati Kutai Barat, Minggu, 31 Mei 2026.

Penyerahan bantuan secara simbolis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat di Gedung Aji Tulur Jejangkat, Sendawar.
Penyerahan bantuan secara simbolis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat di Gedung Aji Tulur Jejangkat, Sendawar.

Keputusan tersebut diambil setelah Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB Pusat, Brigjen TNI Djohan Darmawan, bersama Staf Khusus Wapres melakukan peninjauan awal ke Muara Beloan pada Sabtu, 30 Mei 2026. Hasil peninjauan kemudian dibahas dalam pertemuan antara BNPB Pusat, Staf Khusus Wapres, dan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin pada Minggu, 31 Mei 2026.

Dengan ditundanya kunjungan Wapres, bantuan yang semula direncanakan diserahkan langsung kepada warga terdampak banjir dialihkan melalui BNPB Pusat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Brigjen TNI Djohan Darmawan kepada Bupati Kutai Barat Frederick Edwin di Gedung ATJ Kantor Bupati Kubar.

Tim gabungan saat melakukan peninjauan lapangan menggunakan perahu karet di wilayah banjir Muara Beloan untuk memastikan kondisi terkini genangan air.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di wilayah Kutai Barat.
Tim gabungan saat melakukan peninjauan lapangan menggunakan perahu karet di wilayah banjir Muara Beloan untuk memastikan kondisi terkini genangan air. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di wilayah Kutai Barat.

Bertha juga menjelaskan, perubahan agenda kunjungan Wapres berdampak pada jadwal kepulangan tim BNPB Pusat yang semula direncanakan bersamaan dengan kedatangan Wapres di Kutai Barat.

“Jadwal awal tim BNPB kembali ke Jakarta pada Senin. Namun dipercepat menjadi Minggu karena Pak Wapres tidak jadi datang ke Kubar,” jelasnya.

Sebelumnya, BNPB Pusat bersama Staf Khusus Wapres meninjau langsung kondisi banjir di Kampung Muara Beloan didampingi Bupati Kutai Barat, Wakil Bupati, Dandim, Kapolres, serta sejumlah pejabat Pemkab Kutai Barat. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi terkini banjir sebelum dilaporkan kepada Wapres. Hasil pengecekan menunjukkan genangan air masih ada di sejumlah titik, namun kondisinya jauh lebih baik dan tidak lagi mengkhawatirkan seperti saat puncak banjir terjadi.

Penulis: Johansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *